Bawang Merah, Bukan Sekadar Bumbu Dapur!

Siapa yang tidak kenal bawang merah? Bumbu dapur yang hampir selalu ada di setiap masakan ini ternyata juga dikenal dalam pengobatan tradisional. Selain menambah cita rasa makanan, bawang merah kerap dimanfaatkan sebagai bahan ramuan tradisional untuk membantu meredakan beberapa keluhan kesehatan.

Yuk, kenali cara pengolahan bawang merah yang digunakan secara tradisional!

1. Ramuan Tradisional untuk Disentri

Disentri merupakan gangguan pencernaan yang dapat ditandai dengan diare, sakit perut, dan terkadang disertai darah pada tinja. Dalam pengobatan tradisional, bawang merah dikombinasikan dengan beberapa tanaman herbal lainnya sebagai bahan ramuan.

Bahan-bahan yang digunakan:

  • Daun jambu biji 6 gram
  • Kayu secang 1 gram
  • Rasuk angin 1 gram
  • Daun patikan cina 5 gram
  • Daun pegagan 7 gram
  • Kayu ules 2 buah
  • Bawang merah 1 umbi
  • Air 120 ml

Cara pengolahan:

Bersihkan seluruh bahan, kemudian olah menjadi sediaan infus menggunakan metode pengolahan herbal yang sesuai.

Dalam penggunaan tradisional, ramuan ini tercantum untuk diminum dua kali sehari, yaitu pagi dan sore, masing-masing sebanyak 100 ml selama empat hari.

Penting: Ramuan ini belum tentu aman atau efektif untuk mengatasi disentri. Disentri memerlukan penanganan medis yang tepat, terutama jika disertai darah pada tinja atau tanda dehidrasi.

2. Ramuan Tradisional untuk Perut Kembung

Si kecil mengalami perut kembung? Bawang merah sering digunakan dalam perawatan tradisional sebagai ramuan oles yang dikombinasikan dengan jahe dan minyak telon.

Bahan-bahan yang digunakan:

  • Bawang merah 2 butir
  • Jahe ½ jari
  • Minyak telon secukupnya

Cara pengolahan:

Kupas bawang merah dan jahe, lalu cuci hingga bersih. Parut kedua bahan sampai halus, kemudian campurkan dengan minyak telon secukupnya.

Ramuan tersebut secara tradisional dioleskan pada bagian perut dan pinggang belakang anak atau bayi.

Perlu diperhatikan: Kulit bayi sangat sensitif. Bawang merah dan jahe dapat menyebabkan iritasi, sehingga ramuan ini sebaiknya tidak langsung dioleskan pada kulit bayi. Gunakan minyak telon hanya sesuai petunjuk usia pada kemasan dan hentikan jika timbul reaksi pada kulit.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Petunjuk Praktis Asuhan Mandiri Pemanfaatan Toga dan Akupresur.— Buku saku 3.— Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. 2021
  2. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Petunjuk Praktis Asuhan Mandiri Pemanfaatan Toga dan Akupresur untuk meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak serta Mencegah Stunting: Buku saku 3.— Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *